Polrinews
Oknum Polisi di Riau Tipu Warga Rp354 Juta, Untuk Naik Pangkat
Ilustrasi
SIGAPNEWS.CO.ID - Seorang ibu rumah tangga di Pekabaru inisial MD diduga menjadi korban penipuan terhadap oknum polisi berpangkat Aipda BS, kerugian mencapai Rp354 juta.
Kasus tersebut yang melibatkan oknum anggota Polda Riau berinisial Aipda BS dilaporkan sejak Maret 2025, namun hingga Januari 2026 belum menunjukkan kejelasan.
"Hampir setahun berjalan, saya menilai penanganan perkara terkesan mandek," ungkap korban, Senin 19 Januari 2026.
MD menceritakan awal perkenalannya dengan terlapor saat mengurus pembayaran pajak kendaraan di Samsat Kota Pekanbaru, tempat Aipda BS bertugas saat itu.
"Awalnya saya kenal dengan oknum tersebut saat bayar pajak mobil. Saya minta tolong dibantu, dan memang selalu dibantu," kata MD.
Laporan MD tercatat dengan LP Nomor: LP/B/139/III/2025/SPKT/POLDA RIAU tertanggal 19 Maret 2025.
Kasus ini bahkan telah naik ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/108/IX/RES/.1.11./2025/DITRESKRIMUM tertanggal 18 September 2025.
Hubungan tersebut berlanjut hingga Aipda BS kemudian meminta bantuan pinjaman uang dengan alasan kebutuhan kenaikan pangkat di kepolisian.
"Dia bilang biaya kenaikan pangkat Rp150 juta, uangnya baru terkumpul Rp120 juta dan kurang Rp30 juta. Uang itu saya pinjamkan lewat kartu kredit," jelas MD didampingi suaminya.
Tak lama berselang, Aipda BS kembali meminjam uang sebesar Rp25 juta. MD mengaku mendapat tekanan dan ancaman bahwa uang sebelumnya tidak akan dikembalikan jika tidak memenuhi permintaan tersebut.
"Karena takut uang sebelumnya hilang, saya terpaksa meminjamkan lagi," ungkapnya.
Hingga akhir Desember 2024, MD menyebut tidak ada itikad baik dari Aipda BS untuk mengembalikan uang. Bahkan, awal Januari 2025, terlapor kembali meminta korban meminjam uang melalui pinjaman online (pinjol) dengan dalih kekurangan dana penjualan mobil.
"Saya awalnya menolak, tapi dia mengancam tidak akan membayar uang sebelumnya. Akhirnya saya terpaksa pinjam ke pinjol sampai diteror," ujarnya.
Akibat tekanan utang, MD mengaku harus menjual mobil pribadinya untuk menutup cicilan pinjol yang digunakan membantu Aipda BS.
MD juga menyebut bahwa korban dugaan penipuan Aipda BS bukan hanya dirinya. Ia mengaku mendapat informasi adanya laporan lain terkait perbuatan serupa.
"Saya dapat kabar dia sudah lama tidak bertugas di Samsat dan dipindahkan ke Yanma Polda Riau. Kenaikan pangkat yang jadi alasan pinjaman itu ternyata tidak pernah ada," katanya.
Editor :Helmi