Polrinews
Tesendat Akses Informasi, Wartawan Kritik Kinerja Kabid Humas Polda Riau
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pandra
SIGAPNEWS.CO.ID - Hubungan antara insan pers dan Bidang Humas Polda Riau menjadi sorotan setelah puluhan wartawan yang sehari-hari melakukan peliputan di lingkungan Polda Riau menggelar aksi simbolis dengan menyerahkan uang receh kepada Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Pandra Arsyad, pada Jumat (19/6/2026) sore.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pola komunikasi yang dinilai kurang terbuka dan tidak responsif terhadap kebutuhan konfirmasi informasi oleh para jurnalis.
Uang receh pecahan Rp100, Rp500, hingga Rp1.000 yang diserahkan merupakan hasil pengumpulan sukarela dari para wartawan yang merasa kesulitan menjalin komunikasi dengan pejabat yang bertugas sebagai juru bicara institusi kepolisian tersebut.
Peristiwa berlangsung di depan ruang kerja Kabid Humas Polda Riau. Selain membawa uang receh, para wartawan juga bermaksud mengembalikan secara simbolis uang sebesar Rp300 ribu yang sebelumnya pernah diberikan Kombes Pol Pandra kepada seorang wartawan yang sedang sakit.
Kedatangan para jurnalis sempat tidak langsung mendapat tanggapan.
Mereka menunggu sekitar 30 menit sebelum akhirnya Kabid Humas keluar dari ruang kerjanya dan menemui para wartawan yang telah berkumpul.
Dalam pertemuan tersebut, para wartawan menyampaikan sejumlah keluhan terkait hubungan komunikasi antara Bidang Humas Polda Riau dan media massa.
Menurut mereka, peran humas kepolisian sangat vital sebagai penghubung antara institusi penegak hukum dan publik melalui media.
Namun dalam praktiknya, para jurnalis menilai akses komunikasi kepada Kabid Humas sering kali mengalami hambatan.
Sejumlah wartawan mengaku kesulitan mendapatkan respons ketika melakukan konfirmasi terkait perkembangan kasus, kegiatan institusi, maupun informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan pemberitaan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat proses penyajian informasi yang cepat, akurat, dan berimbang kepada masyarakat. Padahal, keterbukaan informasi dan kemudahan akses komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kerja jurnalistik yang profesional.
Para wartawan menegaskan bahwa aksi penyerahan uang receh bukanlah persoalan nilai materi, melainkan simbol kekecewaan terhadap pola komunikasi yang selama ini mereka rasakan.
Mereka berharap pejabat humas dapat lebih terbuka, responsif, dan membangun hubungan kemitraan yang sehat dengan media massa.
Menurut para jurnalis, pers memiliki peran strategis sebagai saluran utama penyampaian informasi kepada masyarakat.
Oleh karena itu, hubungan yang baik antara kepolisian dan media dinilai sangat penting guna mendukung transparansi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.
Menanggapi berbagai kritik dan masukan yang disampaikan, Kombes Pol Pandra Arsyad menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wartawan yang hadir dalam aksi tersebut.
“Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan semua. Saya akan berupaya memperbaiki diri,” ujar Pandra di hadapan para jurnalis.
Aksi yang berlangsung secara tertib dan kondusif itu berakhir setelah dialog singkat antara wartawan dan Kabid Humas.
Meski demikian, para jurnalis berharap permintaan maaf yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas pernyataan, melainkan diikuti dengan langkah nyata untuk memperbaiki pola komunikasi dan memperkuat hubungan kemitraan antara Bidang Humas Polda Riau dengan insan pers.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang terbuka, cepat, dan profesional antara lembaga publik dan media massa.
Keterbukaan informasi dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat serta mendukung terciptanya pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Editor :Helmi