Polrinews
Vape Getar Beredar di Pekanbaru, Polisi Buru Pelaku R Sebagai Pemasok
Dirnarkoba Polda Riau Kombes Putu
SIGAPNEWS.CO.ID - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap dugaan peredaran etomidate atau yang dikenal sebagai vape getar di Kota Pekanbaru.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua pria berinisial EC (35) dan DF (26).
Keduanya diamankan saat diduga hendak melakukan transaksi etomidate di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, kemaren.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya transaksi etomidate di kawasan Jalan Soekarno-Hatta.
“Informasi kami terima sekitar pukul 00.15 WIB. Setelah dilakukan pendalaman dan penyelidikan, petugas mengidentifikasi DF yang diduga berperan sebagai perantara,” kata Putu di Pekanbaru, Rabu 19 Agustus 2026.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengetahui DF kerap melakukan transaksi dari rumah kosnya di Jalan Durian. Sekitar pukul 01.30 WIB, DF kemudian menghubungi EC untuk bertemu di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta.
Petugas yang telah memantau pergerakan keduanya kemudian mendapati DF dan EC berada di toilet minimarket sekitar pukul 02.45 WIB. Polisi langsung melakukan penangkapan.
Dari tangan EC, petugas menyita empat buah etomidate serta satu unit telepon seluler yang diduga digunakan dalam aktivitas transaksi tersebut.
Dalam pemeriksaan awal, EC mengaku mendapatkan etomidate dari seorang pria berinisial R. Polisi kini masih memburu dan mendalami keterlibatan R dalam jaringan tersebut.
“EC mengaku baru satu kali mengambil etomidate dari R dan dijanjikan keuntungan Rp50 ribu untuk setiap pieces apabila transaksi berhasil,” ujar Putu.
Selain mengamankan barang bukti, polisi juga melakukan tes urine terhadap EC. Hasilnya menunjukkan EC positif mengandung amphetamine.
Polda Riau masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap asal barang dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran etomidate di Pekanbaru.
“Kami masih mendalami keberadaan R serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran etomidate tersebut,” pungkas Putu.
Editor :Helmi