Polrinews
Tujuan Jakarta, Pria Aceh Bawa 1 Kg Sabu Diciduk Polisi di Bandara SSK Pekanbaru
Pelaku
SIGAPNEWS.CO.ID - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau tangkap seorang pria berinisial AY (36) yang diduga membawa lima bungkus narkotika jenis sabu di dalam koper saat berada di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Selasa 11Agustus 2026.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha mengatakan tersangka diamankan setelah petugas operator mesin X-Ray Aviation Security (Avsec) mencurigai koper berwarna hitam miliknya saat pemeriksaan sekitar pukul 15.00 WIB.
“Petugas Avsec menemukan koper yang mencurigakan saat dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray. Setelah diamankan dan diperiksa bersama tim, ditemukan lima bungkus diduga narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam lipatan celana jeans,” terang Kombes Putu, Rabu 12 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, setelah menemukan barang mencurigakan tersebut, petugas Avsec mengamankan AY di area boarding pass dan menghubungi Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau.
Penggeledahan kemudian dilakukan terhadap koper tersebut dengan disaksikan pemilik koper, personel Lanud Roesmin Nurjadin, serta operator X-Ray Avsec.
Dari pemeriksaan, polisi menemukan lima bungkus besar diduga sabu yang diselipkan di antara lima celana jeans di dalam koper. Setelah ditimbang, barang haram tersebut memilik berat kotor sekitar 1 kilogram.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, AY mengaku membawa sabu tersebut dari Aceh menggunakan bus ke Pekanbaru, lalu akan terbang menggunakan pesawat menuju Jakarta," sebut Kombes Putu.
Selain lima bungkus sabu, polisi juga menyita satu unit telepon seluler, KTP, SIM C, boarding pass dan paspor.
Kombes Putu mengatakan tersangka beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Riau untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut guna mengungkap asal-usul serta jaringan peredaran narkotika tersebut.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterlibatan tersangka dan kemungkinan adanya pihak lain dalam perkara tersebut.
Editor :Helmi