Polrinews
Harmoni Hijau Polda Riau, Ketika Polisi Menanam Harapan Untuk Bumi
SIGAPNEWS.CO.ID - Udara pagi di kawasan Rumbai, Kota Pekanbaru, terasa berbeda, lebih segar, lebih hidup. Di atas hamparan lahan hijau seluas dua hektare, bukan hanya pepohonan yang bergerak pelan ditiup angin.
Tetapi juga langkah-langkah pasti sejumlah petugas dan tamu penting yang datang membawa perhatian pada satu gagasan besar yakni, Green Policing.
Tamu penting tampak Bapak Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, datang ke Pekanbaru, bukan sekedar agenda seremonial tapi, khusus mengunjungi Tabung Harmoni Hijau di Limbungan, Rumbai, Selasa 5 Mai 2026.
Di tempat yang diberi nama Tabung Harmoni Hijau, ia menyaksikan langsung bagaimana konsep kepolisian kini berkembang, tidak hanya berfokus pada penegakan hukum.
Tetapi juga merambah isu lingkungan dan ketahanan pangan. Di sinilah Green Policing menemukan bentuk nyatanya.
Di bawah inisiatif Kapolda Riau, Irjen Heri Heryawan, pendekatan ini menjadi lebih dari sekadar wacana. Ia mendorong perubahan cara pandang institusi kepolisian, menjadikan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif.
"Konsep tersebut berdiri di atas tiga pilar utama yakni Green Thinking, Green Habit, dan Green Collaboration. Sebuah kerangka yang tak hanya membangun kesadaran, tetapi juga kebiasaan dan kolaborasi lintas sektor, " ujar Kabid Humas Zahwani Pandra.
Hasilnya terlihat nyata di lapangan.
Di satu sudut kawasan Tabung Harmoni Hijau, tampak ratusan ayam petelur menghasilkan puluhan butir telur setiap hari.
Sebanyak 275 ekor ayam menjadi bagian dari sistem produksi pangan yang berkelanjutan. Tak jauh dari sana, kolam-kolam ikan dipenuhi ribuan bibit patin dan nila.
Sebagian hasilnya bahkan telah masuk pasar, termasuk untuk produksi ikan salai komoditas khas yang memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, di dalam greenhouse modern, ribuan tanaman seperti selada, pakcoy, dan kailan tumbuh rapi dalam sistem budidaya terkontrol.
Sayuran segar ini menjadi simbol bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari langkah sederhana namun terencana.
Menariknya, penggerak program ini bukan hanya aparat biasa. Salah satunya adalah Bripda M. Putra Aulia seorang Bintara Polri dengan latar belakang pendidikan hingga doktoral di bidang teknik peternakan.
“Program ini bukan hanya bagian dari Green Policing, tetapi juga upaya nyata mendukung ketahanan pangan,” ujarnya Putra.
Di kawasan ini pula berdiri laboratorium terpadu, tempat inovasi dikembangkan. Salah satu hasilnya adalah pupuk yang telah digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk pada budidaya jagung di berbagai daerah.
Seluruh aktivitas tersebut nantinya akan dikelola melalui Koperasi Produsen Tapung Harmoni Hijau sebuah wadah yang tidak hanya mengatur distribusi hasil, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup menjadi bentuk apresiasi atas langkah progresif ini. Program tersebut dinilai mampu menjadi model baru dalam mengintegrasikan tugas kepolisian dengan isu-isu strategis global.
Di tengah ancaman perubahan iklim dan krisis pangan, apa yang tumbuh di Rumbai menjadi secercah harapan. Tapung Harmoni Hijau bukan sekadar lokasi.
Ia adalah simbol perubahan ruang di mana hukum, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat menyatu dalam satu harmoni.
Dari sini, sebuah pesan sederhana mengalir menjaga bumi bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi yang akan datang.
Editor :Helmi