Polrinews
Lahan di Tiga Desa Provinsi Riau Terbakar Mencapai Lebih dari 1.190 Hektare
SIGAPNEWS.CO.ID - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau masih terus dilakukan. Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Rengat pada Senin, 24 Agustus 2026, terdapat tiga lokasi yang masih dalam proses pemadaman dan pengendalian, yakni Desa Sungai Guntung Hilir, Kelurahan Kerumutan, dan Desa Kertajaya.
Total luasan lahan yang terdampak kebakaran di tiga lokasi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 1.190 hektare. Sebagian besar lokasi merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik sulit dipadamkan karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah.
"Di Desa Sungai Guntung Hilir, penanganan karhutla telah memasuki hari ke-22. Luas area yang terbakar tercatat mencapai 471,39 hektare, sementara area yang berhasil dipadamkan sekitar 50,2 hektare," ungkap Kepala Daops Manggala Agni, Muhammad Ilham Sidik, Selasa 25 Agustus 2026.
Lokasi kebakaran berada di lahan gambut dengan status kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK).
Manggala Agni mengerahkan sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya satu unit mesin Mark-3, dua unit Mini Striker, selang hisap, selang penyalur, konektor, serta empat unit nozzle.
"Sementara itu, tim BPBD bersama TNI berada di bagian utara Embung 18, sedangkan personel Polri melakukan penanganan di bagian selatan ekor api," sambungnya.
Petugas menghadapi kendala medan yang cukup berat. Peralatan harus diangkut menggunakan sepeda motor sejauh sekitar 1,5 kilometer, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer.
Selain itu, vegetasi hutan dan belukar yang padat serta kabut asap membuat jarak pandang terbatas. Kondisi tersebut menyulitkan petugas mengidentifikasi sumber titik api, terlebih terdapat asap kiriman dari wilayah Indragiri Hilir (Inhil).
"Kondisi lokasi operasi pemadaman di Sungai Guntung Hilir belum sepenuhnya terkendali. Bahan bakar yang kering serta bara api yang masih tersembunyi di akar pohon dan belukar berpotensi kembali membesar," terangnya.
Sementara itu, karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, telah memasuki hari keempat. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 702 hektare. Lokasi tersebut merupakan kawasan gambut berstatus Hutan Produksi (HP).
Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Manggala Agni Daops Sumatera VIII/Rengat, TNI, Polri, BPBD Provinsi dan Kabupaten, Damkar Kabupaten Pelalawan, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, KPH Sorek DLHK Riau, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga sejumlah Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan.
"Fokus penanganan diarahkan pada penyekatan kepala api di sisi selatan lokasi kebakaran. Petugas juga membuka akses jalan menuju sisi selatan kepala api dengan menggunakan alat berat ekskavator serta melakukan pencucian kanal," ujarnya.
Namun, akses menuju kepala api di sisi selatan belum sepenuhnya terbuka. Kondisi cuaca panas ekstrem, kecepatan angin, volume bahan bakar potensial, serta kedalaman gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
"Pemadaman di Kerumutan masih belum tuntas dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Tim juga mendapat dukungan water bombing (WB), alat berat, serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi personel di lapangan," katanya.
Karhutla baru muncul di Kertajaya, Luas Diperkirakan 20 Hektare. Sementara itu, kebakaran baru terdeteksi di Desa Kertajaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Penanganan di lokasi tersebut baru memasuki hari pertama.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 20 hektare. Pada hari pertama penanganan, petugas baru berhasil memadamkan sekitar 0,5 hektare," tambahnya.
Lokasi merupakan lahan gambut berstatus HPK. Pemadaman dilakukan Manggala Agni bersama RPK perusahaan dan masyarakat dengan dukungan sejumlah pompa dan peralatan pemadaman.
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Akses menuju lokasi harus ditempuh menggunakan kendaraan roda dua sejauh sekitar enam kilometer. Selain itu, sumber air terbatas dan posisi kepala api berada sekitar 500 hingga 700 meter dari sumber air.
Petugas juga menghadapi kondisi bahan bakar yang melimpah hingga menyebabkan kebakaran mencapai tajuk vegetasi. Angin bertiup sangat kencang dan mengarah ke posisi petugas sehingga asap secara langsung menghambat proses pemadaman.
Akibat kondisi tersebut, serangan petugas ke titik target baru mampu menembus sekitar 100 meter ke dalam kepala api. Upaya penyekatan untuk menghentikan penjalaran api masih terus dilakukan.
Pemadaman di Desa Kertajaya juga belum tuntas dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Penanganan di tiga lokasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi karhutla di sejumlah wilayah Riau masih membutuhkan kewaspadaan dan upaya pemadaman berkelanjutan, terutama di kawasan gambut yang memiliki potensi api kembali muncul dari bara yang berada di bawah permukaan.
Editor :Helmi