Polrinews
Harimau Sumatra Muncul di Area Kerja PHR Duri
Gambar internet
SIGAPNEWS.CO.ID - Kemunculan seekor Harimau Sumatra di areal kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Duri Field, Kabupaten Bengkalis, Riau, mengejutkan para pekerja. Satwa dilindungi tersebut terlihat di kawasan DSF 125 Tonggak 8 dan sempat direkam oleh karyawan yang melintas di lokasi.
Pihak manajemen PT PHR segera melaporkan kejadian tersebut kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau setelah video penampakan harimau beredar di internal perusahaan.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut pada Selasa (7/4/2026).
Menindaklanjuti laporan, tim BBKSDA langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan langkah mitigasi.
Berdasarkan hasil identifikasi awal dari video yang beredar, harimau tersebut diperkirakan merupakan individu dewasa.
Tim BBKSDA juga terus berkoordinasi dengan pihak PT PHR untuk melakukan penilaian risiko potensi konflik antara manusia dan satwa liar.
Selain itu, tim medis turut disiagakan guna mengantisipasi kondisi darurat selama proses penanganan berlangsung, sekaligus memastikan keselamatan personel di lapangan.
Dalam proses pengecekan lanjutan bersama tim keamanan perusahaan, petugas BBKSDA sempat mendengar suara auman harimau dari sekitar lokasi awal penampakan.
Demi menjaga keselamatan, tim kemudian menjauh sejauh kurang lebih 500 meter dari sumber suara sebagai bagian dari prosedur mitigasi.
Upaya pemantauan selanjutnya dilakukan menggunakan drone untuk mendapatkan gambaran situasi kawasan secara menyeluruh, termasuk menentukan titik koordinat penting.
Tim juga memasang kamera trap di sejumlah titik strategis guna memantau pergerakan dan memastikan keberadaan harimau secara visual.
Kamera trap sendiri merupakan alat pemantau otomatis yang dilengkapi sensor gerak dan panas, yang umum digunakan untuk merekam aktivitas satwa liar di habitat alaminya.
Hingga kini, proses pemantauan dan mitigasi masih terus dilakukan oleh BBKSDA Riau guna mencegah potensi konflik serta memastikan keselamatan pekerja dan kelestarian satwa tersebut.
Editor :Helmi