Dandim 0419 Sebut Geng Motor Ancaman Stabilitas, Babinsa Dikerahkan untuk Deteksi Dini
TANJAB BARAT – Aksi geng motor yang meresahkan masyarakat akhirnya mendapat respons serius dari seluruh elemen pemerintahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Bukan sekadar operasi kepolisian biasa, Rabu (15/7/2026) pagi, ruang Rekonfu di Mapolres setempat berubah menjadi panggung penting bagi lahirnya komitmen bersama lintas sektor.
Dipimpin langsung Kapolres AKBP M Kuswicaksono, rapat koordinasi yang dimulai pukul 09.30 WIB itu dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Anwar Sadat dan Dandim 0419 Letkol Zulhiardi, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan dunia pendidikan. Kehadiran mereka menandai satu kesepakatan: masalah ini terlalu besar untuk diselesaikan sendiri.
Kapolres: Ini Bukan Sekadar Tawuran, Ini Darurat Sosial
Dalam arahannya, AKBP M Kuswicaksono menegaskan bahwa kenakalan remaja yang berujung pada aksi geng motor merupakan fenomena gunung es. Di balik aksi brutal di jalanan, ada akar masalah yang dalam: lemahnya pengawasan orang tua, pergaulan bebas, hingga jeratan narkotika.
"Polri tidak bisa bekerja sendirian. Kami akan bertindak tegas, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama membangun benteng moral bagi generasi muda," ujarnya. Polres sendiri berjanji akan menjalankan pendekatan preventif, preemtif, dan represif secara proporsional.
Dandim: Babinsa Siaga Deteksi Dini
Dandim 0419/Tanjab, Letkol Zulhiardi, mengamini pernyataan Kapolres. Baginya, ancaman geng motor adalah ujian nyata bagi ketahanan wilayah. Pihak TNI sudah menyiagakan para Babinsa di seluruh desa dan kelurahan untuk menjadi mata dan telinga deteksi dini.
"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan ruang positif bagi anak-anak. Olahraga, seni, dan kegiatan keagamaan adalah benteng terbaik agar mereka tidak terjerumus," seru Dandim dengan penuh semangat kebersamaan.
Bupati: Keamanan Adalah Modal Dasar Pembangunan
Di tempat yang sama, Bupati Anwar Sadat menekankan bahwa tanpa rasa aman, pembangunan tidak akan berjalan optimal. Ia pun mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun tangan aktif.
"Kepala Dinas Pendidikan harus memastikan penguatan karakter di sekolah. Dispora wajib menyalurkan kreativitas pemuda pada hal-hal produktif. Ini tanggung jawab kita semua, bukan hanya aparat," tegas Bupati.
Puncak dari rakor tersebut adalah penandatanganan komitmen bersama. Semua unsur yang hadir membubuhkan tanda tangan di atas lembar kesepakatan sebagai simbol nyata tekad kolektif membebaskan Kabupaten Tanjab Barat dari bayang-bayang kriminalitas remaja.
Dengan sinergi yang mulai terjalin ini, harapan besar muncul: masa depan generasi muda Tanjab Barat akan lebih cerah, terarah, dan jauh dari pengaruh negatif jalanan.*
Editor :Sulardi
Source : Humas Polres Tanjab Barat