Festival Sepak Bola Piala Presiden U-10 dan U-12 yang berlangsung di Stadion Benteng Reborn.
Festival Sepak Bola Piala Presiden U-10 dan U-12 yang berlangsung di Stadion Benteng Reborn.
TANGERANG – Festival Sepak Bola Piala Presiden kategori U-10 dan U-12 menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan bagi pesepak bola usia dini di Provinsi Banten. Turnamen yang digelar di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, ini mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai Askot, Askab, dan klub anggota PSSI untuk memperebutkan tiket menuju putaran final nasional.
Sebanyak 68 tim mengikuti turnamen ini, terdiri dari 34 tim kategori U-10 dan 34 tim kategori U-12. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Panitia Pelaksana, Rizal Kuleh, dan mendapat dukungan dari jajaran pengurus PSSI. Turut hadir memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta, Wakil Ketua PSSI Provinsi Banten, H. Mahdiar, yang berharap kompetisi ini dapat menjadi sarana pembinaan berkelanjutan bagi pemain usia dini di Banten.
Jalannya pertandingan dipimpin oleh jajaran wasit yang bertugas, yaitu Diddy Pribadi, Dwi Angkasa Pudin, Darmin, Choirul Alhadi Fadila, Nasrudin, Nelson, Jajang Hidayat, Rizki Apriandi, Choirul Amir, Dede Sulaiman, M. Alfin, dan Ahmad Syahrul Ramadhan.
Pertandingan kategori U-10 berlangsung pada 20–21 Juni 2026, sedangkan kategori U-12 dijadwalkan pada 27–28 Juni 2026. Sementara itu, putaran final nasional akan dilaksanakan di Yogyakarta pada awal Juli 2026.
Seluruh pertandingan dipusatkan di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang. Stadion tersebut menjadi lokasi pelaksanaan Festival Sepak Bola Piala Presiden tingkat Provinsi Banten yang diikuti ratusan pemain muda dari berbagai daerah.
Turnamen ini diselenggarakan sebagai wadah pembinaan pemain usia dini dan pencarian bibit-bibit pesepak bola berbakat yang diharapkan mampu berprestasi pada level yang lebih tinggi. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman bertanding yang kompetitif bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan teknik, mental, dan sportivitas.
Menurut Rizal Kuleh, seluruh tim dibagi ke dalam beberapa grup yang berisi empat hingga lima tim dan bertanding menggunakan sistem setengah kompetisi pada fase penyisihan. Setelah fase grup selesai, pertandingan dilanjutkan dengan sistem gugur (knock out) hingga menghasilkan juara pada masing-masing kategori usia.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan. Sejumlah tim dari wilayah Lebak dan Pandeglang bahkan berangkat sejak dini hari agar dapat mengikuti pertandingan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Semangat para pemain muda tersebut menunjukkan besarnya minat generasi muda Banten terhadap olahraga sepak bola.
Wakil Ketua PSSI Provinsi Banten, H. Mahdiar, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan turnamen ini. Menurutnya, kompetisi usia dini seperti Piala Presiden menjadi langkah penting dalam membangun fondasi sepak bola daerah sekaligus mencetak generasi pemain yang berkualitas.
Tim yang berhasil meraih gelar juara pada kategori U-10 dan U-12 akan mewakili Provinsi Banten pada putaran final nasional di Yogyakarta. Panitia berharap melalui turnamen ini akan lahir talenta-talenta muda yang mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di masa mendatang.
“Kami ingin turnamen ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian talenta-talenta muda yang nantinya bisa berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Rizal Kuleh.
Editor :Sulardi
Source : Humas MF Bayu W